Kebiasaan Makan Keluarga Nordik

Bagi para keluarga yang ada di Eropa ini meja makan tidak hanya sebagai tempat untuk menyantap sebuah makanan. Akan tetapi meja makan yang juga menjadi sebuah ajang yang dilakukan untuk dapat bertukar informasi, bagi para anggota keluarga dan juga sebagai salah satu pembelajaran yang dilakukan bagi anak-anak mereka. Selain sebuah table manner, orang Eropa yang ternyata juga sangat perhatian terhadap sebuah nilai gizi yang biasanya terkandung di suatu makanan, hingga nantinya hanya makan makanan yang berkualitas tinggi saja yang nantinya akan disajikan. Berbeda halnya dengan orang Indonesia yang biasanya akan menjadikan meja makan hanya sebagai tempat untuk menaruh makanan, membuka sebuah tudung saji saat akan disantap, lalu kemudian akan pergi ke ruang nonton sambil makan.

Kebiasaan Makan Keluarga Nordik

Tidak hanya nilai gizi saja yang dapat dipelajari dari mereka, tapi juga sebuah kebiasaan makan orang Eropa khususnya orang Nordik yang sebenarnya sangat sederhana dan juga tidak boleh berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga dapat disimpulkan mengapa orang-orang di benua ini masih sehat dan awet muda, pada saat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya adalah, pola makan yang seimbang. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa kebiasaan makan orang Nordik yang terkenal dengan gaya hidup sehatnya, yang dapat kita contoh.

1. Mulailah dengan yang manis

Jangan bayangkan jika bubur ayam, nasi goreng, nasi uduk plus dengan ditambah oseng tempe, ataupun sarapan mie kuah, ada di meja makan orang Eropa pada saat sarapan. Karena nyatanya, mereka pada saat pagi tidak ada waktu untuk membuat sebuah sarapan atau makanan di pagi hari. Sarapan di Eropa khususnya bagi orang-orang yang bermain sbobet Nordik termasuk mudah dan paling lama hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selain roti, sereal, ataupun juga yoghurt, banyak juga keluarga yang nantinya akan menambahkan sebuah telur, sosis, atau salami di menu sarapan mereka. Di negara Nordik, biasanya para anak dan orang dewasa juga akan suka sekali menyantap oatmeal (atau mereka akan menyebutnya dengan bubur) saat sarapan. Lucunya, sarapan di Eropa biasanya akan selalu dimulai dengan makanan atau minuman yang manis-manis. Seperti Halnya susu, kopi, teh, jus, coklat, buah-buahan segar, ataupun juga menggunakan selai buah. Jika anda berkesempatan untuk jalan-jalan ke Italia, maka jika anda mampir ke sebuah kedai kopi jangan harap anda akan menemukan sandwich yang mengenyangkan. Nantinya yang akan anda lihat adalah orang-orang yang akan menyantap brioche atau roti manis ditemani dengan secangkir espresso.

2. You can only be king once

Ada sebuah pepatah yang juga diet mengatakan, “breakfast like a king, lunch like a prince, and dine like a pauper.” Di Eropa, sendiri prinsip ini justru malah sebuah hal kebalikannya. Orang Eropa yang biasanya akan cenderung makan sangat sedikit di pagi hari, dan kemudian mereka akan menyantap makanan berat saat malam. Tidak seperti halnya orang di Indonesia yang selalu menyajikan nasi panas dari pagi hingga ke malam hari plus dengan menggunakan lauk berminyak yang mengenyangkan. Orang Eropa yang biasanya ‘hanya boleh’ menyantap sebuah masakan hangat sekali dalam satu sehari. Bisa pada saat makan siang ataupun juga pada saat makan malam. Jika sarapan selalu dimulai dengan menggunakan makanan yang manis. Maka dalam masyarakat Eropa sendiri siang hari menu makanannya akan diganti dengan makanan yang asin seperti halnya sandwich ataupun juga salad. Malam hari, salah satu dari anggota keluarga biasanya juga akan memasak dan juga akan menyiapkan sesuatu yang lebih berat seperti halnya steak, nasi, burger,pasta, ataupun juga pizza. Bagi orang Eropa, khususnya orang Nordik dinner menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi tubuh mereka setelah lelah beraktifitas seharian di luar rumah. Maka demi memanjakan tubuh, pada saat makan malam biasanya akan dibuat dengan cara lebih komplit dan juga lebih berat dibandingkan dengan dua waktu lainnya. Hebatnya lagi biasanya orang Eropa, akan terbiasa untuk menyantap makanan dari oven setiap harinya meskipun harus repot untuk memasak terlebih dulu. Ide tentang menyimpan makanan lalu kemudian besoknya dimakan kembali biasanya hanya hanya akan bertahan selama satu hari, lalu sisanya akan dibuang. Kebiasaan yang berbeda dari orang Indonesia.

3. Snacking is not so chic

Anda juga harus tau bahwa kebanyakan orang Eropa biasanya mereka tidak suka ngemil. Apalagi ngemil kue-kue manis ataupun juga chiki sambil bersantai menonton tv. Konsep ngemil ini pun kemudian menjadi sebuah kebiasaan, dan akan menjadikan mereka lebih disiplin saat hari kerja. Di akhir pekan, orang Eropa biasanya akan memilih lebih relaxed memanjakan lidah dengan beberapa makanan yang manis seperti coklat ataupun juga permen. Ngemil pun sebenarnya dipandang sebagai sebuah perbuatan yang tidak elegan oleh orang Prancis. Selain ngemil nantinya dapat mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi, tentu saja mereka nantinya juga akan sangat membatasi sebuah asupan snack yang nantinya akan dimakan untuk menjaga tubuh agar nantinya tetap ramping dan sehat. Orang tua Eropa juga nantinya akan sangat membatasi anaknya untuk tidak sembarangan memakan snack di luar jam makan besar mereka. Kuantitas mereka sangat ngemil nantinya juga harus dihitung agar nantinya anak tidak ketagihan ngemil lagi. Kebiasaan mendisiplinkan anak seperti ini, yaitu awalnya mungkin akan terlalu “jahat”, bahkan sampai membatasi apa yang anak ingin makan. Tapi nantinya, anda juga akan mengerti, jika anak diberi kebebasan untuk makan makanan manis tanpa dikontrol, mereka nantinya akan sangat mudah obesitas. Dibandingkan dengan ngemil menggunakan keripik kentang, orang Eropa juga nantinya akan lebih suka mengunyah sebuah biskuit buah-buahan, muesli bar, ataupun juga kue beras. Walaupun mereka nantinya belum kenyang, mereka biasanya akan menyajikan sebuah dessert yang wajib yang akan dimakan setelah makan malam. Jenis dessert pun kebanyakan dessert yang sehat, seperti yoghurt plus buah berries, sepotong kecil fruit cake, atau juga berbagai macam jenis olahan keju dengan kualitas tinggi. Lalu jika bayangkan orang yang ada di Indonesia, biasanya akan ngemil makanan seperti bakso, pempek, cuko ataupun martabak manis.

4. Makanlah pada tempatnya

Patut diakui, jika kedisiplinan orang Eropa atau orang nordik di meja makan harus diacungi jempol. Lapar tidak lapar mereka, jika waktunya memang sedang makan bersama, maka nantinya semua anggota keluarga wajib untuk berkumpul di meja. Tradisi seperti ini adalah sebuah kebiasaan yang hebat. Di Indonesia sendiri biasanya, momen makan bersama dengan keluarga akan sangat sulit, namun mungkin kecuali jika bulan Ramadhan tiba. Saat buka puasa, kadang nantinya ada beberapa anggota keluarga yang memang sengaja memisahkan diri agar dapat nonton tv. Padahal makan bersama adalah sebuah waktu yang paling tepat yang digunakan untuk bertukar cerita dengan anggota keluarga. Hingga ajang makan malam bersama tersebut dapat menguatkan rasa kebersamaan antara keluarga. Demikian itulah beberapa makan keluarga di Nordik. Kedisiplinan tersebut membuat banyak keluarga di nordik mendidik anak mereka untuk disiplin dalam hal makan. Baik itu memilih makanan ataupun juga disiplin makan saat berada di meja makan. Dengan kebiasaan tersebut selain menjaga pola makan, dapat berguna untuk menjalin hubungan kebersamaan antar keluarga. Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda untuk menerapkan kebiasaan makan orang Eropa di dalam keluarga anda.